TGB Ulas Singkat Makna Syukur

Oleh: Febrian Putra

Makna syukur itu begitu luas. Tak sekadar hanya materi, kesehatan, teman yang banyak, ataupun kenikmatan lainnya.

Dalam obrolan santai dengan sahabat² RCTI maupun MNC, beragam pandangan disajikan oleh Syeikh TGB HM Zainul Majdi.

Diantara kesyukuran itu adalah menghargai setiap momen dimana kita berpijak.

“Boy, kita ini sering tubuh kita ada disini, tapi pikiran kita melayang kemana-mana,” kata Tuan Guru pada lelaki berambut panjang di depannya.

“Ya, kalau tubuh kita disini. Jadikan pikiran dan jiwa kita disini. Kita nikmati, ini bentuk kesyukuran kita,” sambungnya.

Dikatakan, dengan mencurahkan kesyukuran dengan “menghentikan” pikiran ini melayang kemana-mana agar diri ini dapat maksimal dalam segala hal. Mendayagunakan sebaik mungkin.

Saya mencoba mencerna apa yang dimaksud Syeikh ini. Memang kita sering terbawa dalam kolase pikiran kita. Berpikir yang akan, bukan berpikir yang sedang. Ini yang membuat apa yang kita lakukan menjadi kurang optimal.

Bumbunya seringkali dengan ketakutan untuk sesuatu yang akan. Yang paling dekat, saya pikir soal minyak goreng. Karena takut akan tak punya minyak goreng, banyak yang memborong minyak.

Di rumahnya bukan lagi seliter atau dua liter, berliter-liter. Padahal, kalau dipikir-pikir udah kita timbun berliter-liter, nafas kita ternyata sampai nanti malam. Kan tidak mungkin minyak goreng kita bawa ke kuburan.

Leave a reply