Catatan Baru NWDI, TGB Lakukan Ground Breaking Gedung NWDI Center

MATARAM – Mementum Muktamar perdana Nahdlatul Wathan Diniyah Islamiyah (NWDI) mencatat sejarah baru dalam perjalanan panjang meneruskan perjuangan pendirinya TGKH M Zainuddin Abdul Madjid yang didirikan 1937 Masehi. Catatan baru untuk menjadi sejarah bagi generasi mendatang itu berupa pembangunan gedung NWDI Center yang berpusat di Mataram sebagai ibukota Provinsi NTB.

Hari ini, Selasa tgl 15 Jumadil Akhir 1443 H/18 Januari 2022, Ketua Umum PB NWDI TGB Muhammad Zainul Majdi melekukan ground breaking (peletakkan batu pertama) pembangunan gedung NWDI Center. Pembangunan gedung ini menjadi rangkain pra muktamar pertama NWDI. Pembangunan itu tepatnya di Jempong Baru Kecamatan Sekarbela Kota Mataram. Gedung itu berdiri di atas tanah wakaf seluas 1 hektare.

TGB Zainul Majdi dalam sambutannya mengatakan, gedung NWDI Center ini akan menjadi gedung serbaguna untuk melaksanakan berbagai kegiatan. Mulai dari kegiatan pendidikan, sosial, dakwah, dan pengembangan ekonomi seluruh masyarakat, khususnya masyarakat Kota Mataram NTB.

“Alhamdulillah wassyukrulillah.
Pertama, tentu syukur kepada Allah pada sore hari ini dalam suasana yang baik kita bersama- sama akan meletakkan batu pertama di  tempat yang sudah di nawaitukan cukup lama,” ungkap TGB.

Ia berharap dengan niat yang baik dan sudah lama. Mungkin lebih dari 10 tahun. Walaupun tidak kelihatan sejak lebih dari 10 tahun yang lalu, namun pihaknya semua telah berazam dan berniat mulai dari pertemuan kecil kemudian meluas dan di situ lahir kebersamaan gotong royong.

“Tanah ini. Di tempat yang insya Allah barokah dengan luas yang insya Allah cukup dan kita berharap dengan pupuk niat yang telah ditanam jauh sekali. Mudah-mudahan peletakan batu pertama ini diberkahi oleh Allah Swt,” harapnya.

Lebih lanjut TGB memaparkan, untuk membangun legesi bangsa termasuk NTB yang penduduknya tidak banyak seperti daerah luar, mungkin dari sumbangan ekonominya sampai saat ini belum sehebat daerah lain. “Tapi kita bisa memberikan pengaruh besar untuk Indonesia  dengan jalan membangun pusat-pusat pendidikan yang berkulitas di daerah kita,” ucapnya.

Maulanayseikh kenapa al-Ampenani, lanjutnya, kenapa Ampenan itu harum namanya di tengah ulama-ulama di tanah suci Makkah, padahal mereka tidak pernah datang kemari? Nama Ampenan Lombok ini terkenal karena ada putra-putra Lombok yang membangun pendidikan yang kemudian memberi manfaat.

“Apa yang kita lakukan ini, kita niatkan bukan hanya untuk NWDI tetapi juga untuk daerah kita, bangsa kita. Bukan hanya untuk generasi sekarang tetapi juga untuk generasi yang akan datang. Mudah-mudahan Allah berkahi, Allah mudahkan. Dan ini juga rangkaian dari pra muktamar pertama NWDI. Kita berhusnuzan kepada  Allah SWT semoga ikhtiar baik kita dimudahkan oleh Allah,” harapnya.

Sementata itu, Ketua Panitia Muktamar H lrzani menambahkan, muktamar ini akan dihadiri peserta dari 28 provinsi. Mulai dari Aceh sampai Papua dan 4 perwakilan khusus luar negeri dari Yaman, Mesir, Arab Saudi, dan Malaysia.

“Melalui muktamar ini kita berharap melahirkan konsep dan gerakan perubahan ke arah yang lebih baik. Mendatangkan dan memberikan banyak manfaat bagi kemajuan organisasi, agama, dan bangsa Indonesia,” harapnya.

Soal pembangunan gedung NWDI Center yang dimulai tahun ini, target tahap pertama bisa rampung dalam waktu enam bulan. Tentu semua ini akan berhasil manakala semua pihak mendukung terutama para jamaah NWDI. “Semoga Alloh melancarkan semuanya. Aamiin,” tutup Irzani.

Tinggalkan Komentar