TGB Terus Menginspirasi

Oleh: KH. Buya Yamin Majdi

“Tuan Guru, awal Juni ada di BSD City? Klo ada, sy mau mampir silaturahim,” saya bertanya kepada TGB M. Zainul Majdi lewat japri WA, setelah menyapanya dengan salam.

Awal bulan Juni 2022, saya memiliki beberapa agenda di Jabotabek. Maka saya berencana, disela-sela agenda itu, saya ingin bertemu TGB.

TGB langsung menjawab, “Waalaikumussalam warahmatullohi wabarakatuhu. Saya belum tahu, Kyai.
Tanggal 4 ke Jakarta, tapi nampaknya langsung ke Sulawesi.”

Di sebuah WAG, ada teman share flyer Safari Dakwah Nusantara TGB di Sulawesi Barat. Di sana tertera, acara TGB tanggal 5-7 Juni 2022. Selama 3 hari itu, beliau mengisi 13 acara di 3 kabupaten: Mamuju, Mamuju Tengah, dan Pasangkayu.

Pasca Idul Fitri 1443, jadwal TGB cukup padat. Baik di NTB maupun di Pulau Jawa. Tanggal 9-11 Mei 2022 lalu, beliau ke kabupaten Berau Kalimantan Timur. Lalu ke Kebumen Jawa Tengah, dan seterusnya.

“Siap Tuan Guru. Kabari klo memang lg luang. Nanti sy merapat,” saya merespon pesan TGB.

Beliau pun mengirim stiker bertulisan bahasa Arab “Tamam” dengan icon jempol.


TGB dan dakwah, tidak bisa dipisahkan. Tahun 1999-an, TGB pulang dari Universitas Al-Azhar Mesir. Sejak itulah, beliau berdakwah dari desa ke desa. Bukan hanya di NTB saja, melainkan dari Labuan Bajo di NTT hingga ke Singaraja di Bali.

Meskipun TGB menjadi DPR Pusat dan Gubernur NTB, beliau tidak meninggalkan dakwah itu. Apalagi tanpa jabatan, TGB semakin leluasa berdakwah. Beliau keliling melaksanakan Safari Dakwah Nusantara.

Beliau tidak membedakan dakwah di kota atau desa. Bahkan di pelosok pun, beliau kunjungi, termasuk ke Krui Pesisir Barat Lampung.


Saat saya menceritakan rencana TGB mau ke Krui, beberapa orang tidak percaya. Alasan mereka, tidak mungkin TGB ke Krui jalur darat, atau naik mobil. Satu-satu cara mendatangkan TGB jalur udara, naik pesawat. Sedangkan pada waktu itu, jadwal penerbangan di bandara Muhammad Taufiq Kiemas distop.

Namun keraguan mereka menguap, ketika TGB datang dari BSD City ke Krui naik mobil. Selama dalam perjalanan, TGB menikmati. Apalagi konvoi bersama puluhan alumni Al-Azhar dari Jabotabek, Banten, Jawa Barat, dan Jogyakarta.

Bagi yang mengenal TGB, pasti tahu daya tahan fisik TGB luar biasa. Ini yang saya saksikan selama menemani beliau keliling di Jawa Barat dan Madura. Orang yang menemani kelelahan, tapi TGB tetap terlihat bugar.

Apa yang membuat TGB kuat?

Yang membuat TGB demikian adalah dakwah. Iya, dakwah. Bagi TGB, dakwah adalah panggilan hidup.


Hari ini umur TGB genap 50 tahun. Dalam rentang setengah abad itu, hidup TGB penuh inspirasi. Ini bermula dari komitmen beliau terhadap Islam.

“Hadirkan agama sebagai inspirasi,” pesan TGB dalam berbagai kesempatan.

Beliau sebagai ulama maupun umara, selalu berikhtiar menghadirkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan nyata. Dari sinilah, TGB terus menginspirasi.

Semoga TGB panjang umur, sehat selalu, tambah berkah, selamat di dunia dan akhirat.

===

TGBMZainulMajdi

PanggilanDakwah

MetMiladTGB

Tinggalkan Komentar